Sample Text

Label

Tampilkan postingan dengan label Liputuan Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputuan Sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2015

SMK Ma’arif 1 Sumedang Terima CSR PT Yakjin

Pengurus Ma'arif bersama Dewan Guru SMK Ma'arif 1 Sumedang
dan perwakilan PT Yakjin Jaya Indonesia
Tiga orang perwakilan PT YAKJIN JAYA INDONESIA, perusahaan asal Korea Selatan yang bergerak dibidang garment yang beralamat di Jl. Raya Rancaekek KM 27 Desa/Kel  Sindangpakuon Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, senin (28/9) mendatangi kampus SMK Ma’arif 1 Sumedang. Kedatangan mereka itu tiada lain untuk memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) tahap ke-2 yang berupa bantuan beasiswa untuk siswa berprestasi dan siswa kurang mampu.

Kedatanga  Ketiga orang perwakilan itu yakni Mr. Baek Sung Woo (General Manager). Mr. Kim Dong Eon (Manager Accounting) dan Riky setiawan (Manager general affair) diterima langsung oleh ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang sekaligus ketua PCNU Suedang KH. Sa’dulloh, S.Q., M.M.Pd. beserta pengurus lainnya serta dewan guru SMK Ma’arif 1 Sumedang.

Untuk tahap kedua ini, PT Yakjin menyerahkan beasiswa pendidikan sebesar Rp. 15.000.000 (Lima belas Juta rupiah), sedangkan di tahap sebelumnya pada tanggal 28 Juli 2015 juga diserahkan bantuan sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Menurut Mr. Baek Sung Woo, dana CSR PT Yakjin Indonesia diberikan kepada dua lembaga, yakni lembaga panti asuhan dan seolah, untuk sekolah PT Yakjin memilih SMK Ma’arif 1 Sumedang.

Dengan berbahasa Indonesia  Mr. Woo mengatakan “Bantuan CSR ini kami berikan untuk jangka waktu satu tahun, dan penyalurannya dilakukan dengan beberapa tahap, dan untuk tahun berikutnya PT Yakjin korea akan mengevaluasi apakah bantuannya dihentikan atau di teruskan”, Ujarnya.

Yosep Hermanto, Wakasek Kurikulum SMK Ma’arif 1 Sumedang juga menambahkan bahwa Dana bantuan CSR ini didistribusikan kepada 33 orang siswa, diantaranya 21 orang siswa berprestasi dan 22 orang siswa kuarang mampu. “Bantuan tersebut sudah kami distribusikan pada 18 Agustus 2015 kepada siswa yang berhak menerimanya dengan disaksikan oleh para orang tua/wali siswa yang bersangkutan”, Imbuhnya.

Sementara itu sebagai ketua PCNU dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif, lembaga yang menaungi SMK Ma’arif 1 Sumedang, Sa’dulloh juga berterima kasih kepada PT. Yakjin Jaya Indonesia yang telah memilih dan mempercayai SMK Ma’arif 1 Sumedang sebagai penerima dari dana CSR tersebut.

Sabtu, 06 Juni 2015

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh

Pengurus PCNU bersama pengurus LP Ma'arif
Jatinangor, NU Online
Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH Sa'dulloh SQ, pada Sabtu (6/6) siang melantik kepala MTs Ma'arif Cikeruh yang baru Baban Sutaeban, S.Pd.I. untuk 4 (empat) tahun ke depan. Prosesi pelantikan ini dimulai pada pukul 13.00 sampai 15.30 bertempat di kampus MTs Ma'arif Cikeruh Jatinangor.

Baban yang merupakan alumni MTs Ma'arif Cikeruh angkatan ke-2 tahun 1983 ini dilantik menggantikan H Totoh Faeturrohman S.Ag. yang menjabat semenjak tahun 2012.

Baban terpilih menjadi kepala sekolah menyisihkan satu calon lainnya Dra Hj. Cucu Rohayati yang juga diusulkan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan MTs Ma'arif Cikeruh. Kedua orng ini kemudian mengikuti seleksi yang diadakan PC LP Ma'arif pada tanggal 23 Mei 2015.

Komponen yang dinilai dalam seleksi tersebut diantaranya kepribadian dan sosial, kepemimpinan pembelajaran, pengembangan sekolah, manajemen sumber daya, kewirausahaan, supervisi pembelajaran dan ke-NU-an, yang dinilai oleh Pengurus PCNU, Pengurus LP Ma'arif dan tim profesional dari luar.

Totoh dalam sambutan terakhirnya menyampaikan bahwa MTs Ma'arif Cikeruh pada Tahun Pelajaran 2014/2015 memiliki 926 siswa dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 19. Sampai saat ini, panitia PSB sudah menerima 400-an calon siswa. Dia pun berharap agar kepala yang baru bisa membawa MTs Ma'arif Cikeruh lebih maju lagi.

Sementara itu, Ketua PCNU mengamanatkan supaya MTs Ma'arif jatinangor terus membentengi siswa-siswinya dari faham radikalisme.

"Jatinangor sebagai kawasan pendidikan di Sumedang bahkan Jawa Barat sangat rawan dimasuki berbagai macam faham, termasuk faham radikalisme dan faham yang akan memecah belah NKRI, oleh karena itu hendaknya para siswa diikutkan dengan berbagai macam kegiatan khususnya IPNU dan IPPNU," ujar Sa'dulloh.

Sa'dulloh juga menambahkan, bahwa faham Ahlussunnah wal Jama'ah sampai saat ini terbukti sangat efektif menjadi perekat keutuhan NKRI. Oleh karena itu faham Ahlussunah wal jamaah an nahdliyyah perlu terus dijaga dan disebarkan, imbuhnya. (ayi abdul qohar/mukafi niam)